Wednesday, June 10, 2026
spot_img
HomeBALIDenpasarTukad Bindu Jadi Contoh Nyata Aksi Iklim Berbasis Warga

Dari Sungai Kotor Jadi Ekowisata

Tukad Bindu Jadi Contoh Nyata Aksi Iklim Berbasis Warga

Denpasar, warnaberita.com – Siapa sangka, sungai yang dulunya kumuh dan sarang penyakit kini berubah menjadi destinasi ekowisata yang produktif. Transformasi Tukad Bindu di Denpasar membuktikan bahwa solusi perubahan iklim bisa dimulai dari aksi sederhana masyarakat.

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kembali menegaskan bahwa solusi perubahan iklim paling efektif berawal dari akar rumput.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, turun langsung meninjau kawasan Tukad Bindu di Denpasar, Bali pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan ini dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan komunitas peduli sungai dan pengelola sampah setempat yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga lingkungan.

Baca Juga  192 Atlet Berlaga di Porjar Wushu Denpasar 2026

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah memberikan pengakuan atas transformasi luar biasa Tukad Bindu. Sungai yang dulunya kotor dan terbengkalai kini berhasil disulap masyarakat menjadi kawasan ekowisata mandiri yang asri dan produktif.

Perubahan tersebut menjadi contoh konkret bahwa restorasi ekologi berbasis inisiatif warga mampu menghadirkan manfaat ganda, mulai dari pemulihan lingkungan hingga peningkatan ekonomi sosial masyarakat.

Menteri Jumhur pun memberikan apresiasi atas dedikasi para relawan yang konsisten menjaga kelestarian sungai.

“Aksi nyata seperti yang dilakukan para relawan di Tukad Bindu dalam mengelola sampah dan menjaga sungai merupakan fondasi utama ekonomi sirkular yang sesungguhnya, sekaligus menjadi urat nadi Program Indonesia ASRI,” ujar Menteri Jumhur.

Baca Juga  Bali Borong Penghargaan di Expo Inovasi Daerah 2025

KLH/BPLH menilai Tukad Bindu bukan hanya kisah sukses lokal, melainkan model tata kelola lingkungan yang memiliki daya tahan dan daya sebar yang kuat. Saat ini, pendekatan inovatif tersebut telah direplikasi di sedikitnya empat ruas sungai lain di Bali.

Langkah ini sejalan dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yakni “Inspired by Nature, for Climate, for Future”, yang di tingkat nasional diterjemahkan melalui semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Pemerintah menekankan pentingnya percepatan aksi nyata, mulai dari rehabilitasi sungai, konservasi daerah aliran sungai, hingga pengurangan sampah plastik dari sumbernya. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mencapai target emisi nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia.

Baca Juga  Badung Ngebut Digitalisasi, IKD Jadi Kunci Layanan Sosial Makin Tepat Sasaran

Ke depan, KLH/BPLH akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat. Tujuannya agar inovasi seperti Tukad Bindu tidak berhenti di Bali, tetapi dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, Menteri Jumhur juga mendorong ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kebijakan lingkungan dapat terus dikritisi dan disempurnakan demi keberlanjutan masa depan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru