Mangupura, warnaberita.com – Setelah dilakukan pencarian intensif selama lebih dari 24 jam, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Robinson Kaka (39).
Pria asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT itu dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas spearfishing atau memanah ikan di kawasan Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (5/4) sekitar pukul 11.50 WITA, sekitar 100 meter dari bibir pantai ke arah barat daya. Penemuan ini menjadi akhir dari operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR, termasuk Basarnas Denpasar, Balawista Kuta Selatan, serta pihak terkait lainnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Melayat ke Katedral Jakarta, Sebut Kenal Baik dengan Mendiang Monsiyur Turang
"Iya benar, korban telah ditemukan tadi oleh Tim SAR Gabungan sekitar 100 meter arah barat daya Pantai Labuan Sait. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Pantai Padang-Padang," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H.
Sejak dilaporkan hilang pada Jumat (4/4), upaya pencarian langsung dilakukan dengan mengerahkan satu unit rubber boat milik Basarnas serta jetski milik Balawista Kuta Selatan. Tim SAR melakukan penyisiran laut dengan mengikuti arus serta memperhitungkan titik terakhir korban terlihat sebelum hilang.
“Upaya pencarian dilakukan sejak korban dinyatakan hilang, dan akhirnya membuahkan hasil hari ini. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Prof. Ngoerah menggunakan ambulans Balawista,” tambah Nyoman Sidakarya.
Baca Juga: Zoho Luncurkan Project Plus
Pihak Basarnas juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian ini. Duka mendalam disampaikan kepada keluarga korban atas musibah ini. Proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut kini ditangani oleh pihak berwenang.
Kegiatan spearfishing di kawasan pantai selatan Bali memang cukup populer, namun tetap memiliki risiko tinggi, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan atau pengamanan yang memadai. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan memastikan keselamatan saat melakukan aktivitas di laut.(*)