Jakarta, warnaberita.com - Presiden Prabowo Subianto melayat mendiang Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Monsinyur (Mgr) Petrus Turang di Katedral Jakarta, pada Jumat (4/4).
Kepala Negara tiba di Katedral pada pukul 15.38 WIB.
Setibanya di Katedral, Presiden Prabowo langsung disambut oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo Adi Prasojo, Tim Bendahara Konferensi Waligereja Indonesia Lucia Lianddo, dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Baca Juga: Tanpa Beban, Timnas Indonesia Siap Hadapi Korea Selatan di Piala Asia U-17
Usai menyampaikan bela sungkawa dan berbincang sejenak, Presiden Prabowo berdoa untuk mendiang agar diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Melayat karena memang Monsinyur Turang memang saya kenal baik, sering ketemu, dan juga ada hubungan keluarga juga jadi ya saya kira sebagai manusia kita memberi penghormatan kita. Saya ucapkan belasungkawa kepada keluarganya semua,” ucap Presiden Prabowo dalam keterangan persnya.
Untuk diketahui, Mendiang Mgr Petrus Turang menghembuskan nafas terakhir dalam usia 78 pada pukul 06.20 WIB pagi tadi. Beliau dikenal sebagai sosok yang berpegang teguh pada prinsip.
Baca Juga: Bruno Fernandes Raih Penghargaan Pemain Terbaik Bulan Maret Premier League
“Ya beliau orang baik, selalu berpikir positif, dan beliau selalu kerja untuk rakyat kecil. Itu yang saya tahu,” ungkapnya.
Jenazah Uskup Petrus disemayamkan di Rumah Duka Carolus Jakarta pada Jumat pukul 11.00 WIB. Setelahnya, mendiang dibawa ke Katedral, Jakarta untuk disemayamkan sekitar pukul 13.30 WIB.
Misa Requiem dilaksanakan pada pukul 18.00 WIB dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo dan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Nunsius Piero Pioppo.
Baca Juga: Warung Wardani, Warung Nasi yang Digemari Hingga Sekarang
Mendiang diberangkatkan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada pukul 23.00 WIB.
Selanjutnya jenazah diterbangkan menuju Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk dimakamkan pada Selasa, 8 April 2025. (*)