Jakarta, warnaberita.com - Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan haji, dengan dilepasnya kloter pertama jemaah haji Indonesia Embarkasi Jakarta (JKG 01) dari Asrama Haji Pondok Gede.
Kloter pertama ini terdiri dari 389 jemaah asal DKI Jakarta, didampingi oleh empat petugas haji, yaitu satu dokter, satu perawat, satu ketua kloter, dan satu pembimbing ibadah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, jumlah kematian jemaah haji Indonesia pada tahun 2024 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jelang Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang I, Menag Minta Pelayanan Terbaik Sejak Embarkasi
Dari 773 jemaah yang wafat pada 2023, jumlah tersebut turun menjadi 461 orang pada 2024.
“2023 adalah puncak dari jumlah kematian jemaah Indonesia, yaitu sekitar 773 orang. Waktu itu saya sempat diajak bicara oleh Menteri Haji Arab Saudi, yang juga mantan Menteri Kesehatan Saudi, beliau menghimbau agar kesehatan jemaah Indonesia ditingkatkan karena tingginya angka kematian bisa berdampak negatif pada penetapan syarat haji dan premi asuransi di tahun berikutnya,” ungkap Budi.
Menurutnya, penurunan angka kematian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah perbaikan yang dilakukan bersama Kementerian Agama, terutama dalam proses pemeriksaan kesehatan yang kini dilakukan lebih awal dan pendampingan yang lebih menyeluruh.
Baca Juga: Menag Ungkap Rencana Pembangunan Museum Haji di Indonesia
Ia menekankan bahwa salah satu penyebab utama kematian adalah pneumonia dan serangan jantung yang terlambat ditangani. Karena itu, pemerintah meminta alokasi khusus di Masjidil Haram yang kini telah dilengkapi dengan alat-alat modern dan petugas yang bisa berbahasa Indonesia.
Tahun ini, pemerintah terus memperkuat sistem layanan kesehatan haji, salah satu langkah strategisnya adalah optimalisasi peran rumah sakit di Arab Saudi yang kini lebih mudah diakses oleh jemaah.
Dengan kemudahan ini, jemaah dapat memperoleh penanganan medis secara lebih cepat dan efisien,
Baca Juga: Jelang Musim Haji, Kualitas dan Kesiapan Akomodasi di Mekkah Ditinjau
Pemerintah Saudi juga telah memberikan daftar organisasi dan perusahaan yang bertugas melayani kesehatan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Pemerintah Saudi sekarang sudah sadar bahwa banyak yang wafat karena proses rujukannya lama. Dengan sistem optimalisasi peran rumah sakit di Arab Saudi, kita harapkan pelayanan semakin cepat dan kematian jemaah bisa ditekan,” kata Budi.
Kementerian Kesehatan sendiri telah menyiapkan 1.766 tenaga kesehatan, menyusun panduan klinis untuk kondisi gawat darurat, serta menyediakan fasilitas seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), pos kesehatan di bandara, sektor kesehatan di Makkah dan Madinah, hingga armada ambulans.
Baca Juga: Sambut Musim Haji, IM3 Hadirkan SimpelRoam Haji
Tak hanya itu, distribusi vaksin meningitis dan polio, serta paket obat-obatan dan perbekalan kesehatan, telah dilakukan secara menyeluruh.
Pemeriksaan kesehatan jemaah juga diperketat, mencakup aspek kognitif, kesehatan mental, dan kemampuan aktivitas harian (ADL), terutama bagi jemaah lanjut usia dengan penyakit penyerta.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.
Baca Juga: Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Jemaah Haji
Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar turut memastikan bahwa seluruh fasilitas dan layanan di Madinah telah siap untuk menyambut kedatangan kloter satu gelombang pertama. (*)