Thursday, April 30, 2026
HomeBERITA TERKININasionalPertama di Indonesia, Kemenag Gelar Olimpiade Madrasah

Pertama di Indonesia, Kemenag Gelar Olimpiade Madrasah

Bandung, Warnaberita.com – Untuk pertama kalinya, Indonesia menggelar Olimpiade Madrasah yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama.

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) ini berlangsung secara online dari Agustus – November 2025.

Kick off OMI 2025 berlangsung di Aula MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat. OMI 2025 mengintegrasikan dua kompetisi. Yaitu, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang berlangsung sejak 2012 dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) yang dimulai pada 2018.

OMI 2025 mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains Untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”.

Tema ini mempunyai makna dan harapan agar seluruh potensi diri yang dimiliki para murid dapat dijadikan inovasi dan menghasilkan prestasi.

Baca Juga  Ribuan Santri Doakan Korban Ambruknya Gedung di Ponpes Al Khoziny

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno menyatakan ajang ini bukan hanya wadah untuk unjuk prestasi akademik. Melainkan, digelar sebagai ruang pembinaan karakter dan spiritualitas siswa madrasah.

“Melalui Olimpiade ini, kita ingin menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu agama. Tetapi juga pusat lahirnya ilmuwan muda yang unggul dalam sains, teknologi, dan humaniora,” tegasnya di Bandung, Jumat (8/8).

Kedepankan Integrasi

OMI 2025 mengedepankan integrasi nilai-nilai keislaman dalam bidang sains dan riset. Para murid diajarkan melihat ilmu pengetahuan sebagai bagian dari ibadah dan pengembangan diri sesuai ajaran Islam.

“Tidak kalah penting, budaya lokal juga diintegrasikan dalam kompetisi ini sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkaya perspektif ilmiah murid,” sebut Suyitno.

Baca Juga  Ciptakan Industri Gim Tanpa Batas

Suyitno mengatakan even ini juga menjadi ajang peningkatan akses kompetisi untuk murid Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dalam skala nasional.

Kompetisi ini selanjutnya menjaring bibit unggul yang akan dipersiapkan sebagai wakil Indonesia di skala internasional.

Tidak hanya lomba, OMI 2025 juga menggelar public lecture tentang “Sejarah Keemasan Sains Islam” yang mengupas kontribusi tokoh-tokoh Islam seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Biruni dalam membangun peradaban ilmu yang memadukan wahyu dan akal.

Ruang Kompetisi dan Kolaborasi

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah menjelaskan bahwa OMI dilaksanakan sebagai upaya dalam menyediakan ruang kompetisi dan kolaborasi bagi murid di bidang sains dan teknologi

Baca Juga  Gubernur Koster Perkuat Akses Pendidikan Tinggi Lewat Program SKSS

“Kita ingin melalui ajang ini siswa madrasah dapat meningkatkan inovasi, kreasi, pola berpikir kritis dan analitis, memperteguh akhlak mulia, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, disiplin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” ucapnya.

Puncak rangkaian OMI, yakni Tingkat Nasional akan dilakukan secara offline di Provinsi Banten tanggal 2 hingga 6 November 2025. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru