Gianyar, warnaberita.com-Sejarah panjang terkenalnya Pulau Bali ke mancanegara memang tidak terlepas dari andil para tokoh ini. Sebutlah Walter Spies, Rudolf Bonnet, Miguel Covarrubias, Antonio Blanco, Le Mayeur serta Tuan Lange. Lewat mereka inilah, mata dunia semakin mengenal Bali sampai saat ini.
Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia memulai debutnya sekitar 1920-an. Banyak pengelana dunia menginjakkan kakinya di pulau kecil dengan segudang budayanya yang unik. Harus diakui, kata beberapa pengamat, Bali memang menarik dengan pernak pernik budayanya serta tradisi yang sampai sekarang masih dipegang teguh masyarakatnya yang mayoritas beragama Hindu.
Ini sekilas enam tokoh tersebut serta beberapa warisan jejaknya di Bali sampai sekarang:
Miguel Covvarubias, nama lengkapnya José Miguel Covarrubias Duclaud, seniman serba bisa berdarah Meksiko. Dia juga seorang antropolog. Dia menulis etnografi ”Island of Bali”. Salah satu karyanya berjudul Empat Gadis Bali dengan Sajen dibeli Presiden Soekarno pada era 1950-an.
Walter Spies, Seniman asal Jerman yang pindah ke Jawa sekitar 1923 dan tinggal di Yogya. Dia kemudian pindah ke Bali pada 1927-an dan menetap di Ubud. Di tempat inilah jejak kesenimanannya sangat terasa terutama dalam pengembangan mashab melukis. Dia sangat menginspirasi pelukis lokal.
Le Mayeur, jejak sejarah kesenimanannya bisa dilihat sampai sekarang berupa Museum Seni Lukis Le Mayeur yang berlokasi di tepi Pantai Sanur, Denpasar. Menikah dengan Ni Polok, seorang gadis Bali. Seorang penari yang awalnya menjadi modelnya.
Rudolf Bonnet, seniman lukis berdarah Belanda. Lika liku hubungannya dengan Indonesia, terutama dengan Bali era Presiden Sukarno sangatlah penuh drama. Bersama Walter Spies, I Gusti Nyoman Lempad serta Cokorda Gede Agung Sukawati dia membentuk Pita Maha.
Antonio Blanco, Seniman kelahiran Filipina yang menikahi gadis Bali Ni Rondji. Jejak karyanya masih disimpan rapi di sebuah museum di Ubud yang dikelola putranya.
Tuan Lange, nama lengkapnya Mads Johansen Lange. Pria berkebangsaan Denmark ini juga punya kontribusi besar dalam perkembangan sejarah Bali sehingga sampai saat ini. Dia membuka bisnis di daerah Kuta dan membuka usaha dagang dengan dunia luar terutama dengan Belanda. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di daerah Kuta. (*)
