Badung, warnaberita.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, secara resmi menutup perlombaan Jegeg Bungan Desa 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta. Prosesi penutupan berlangsung khidmat dan ditandai dengan peniupan Sungu di Open Stage Majelangu, Pura Segara Kuta, Sabtu (21/3/26).
Kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua DPRD Badung I Gst Anom Gumanti, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Trisna Anom Gumanti, Camat Kuta D. Ngurah Bayudewa, serta unsur Tripika Kecamatan Kuta. Turut hadir pula Lurah Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, dan tokoh masyarakat setempat.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni dan budaya, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana motivasi sebesar Rp 50 juta kepada panitia dan masyarakat Desa Adat Kuta.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas konsistensi Desa Adat Kuta dalam menjaga tradisi melalui festival tahunan. “Atas nama pribadi dan Pemkab Badung, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta serta Lomba Jegeg Bungan Desa 2026. Tema ‘Samudramanthana’ ini merupakan wujud kreativitas dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa yang adiluhur,” ungkap Adi Arnawa.
Ia menegaskan, pariwisata Badung yang berbasis budaya harus terus diperkuat melalui kegiatan seperti ini. Festival dinilai mampu menjadi ruang edukasi sekaligus regenerasi, agar generasi muda berperan aktif menjaga budaya dan mendorong pariwisata berkelanjutan di daerahnya.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kreativitas masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya. Bagi masyarakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi maupun nasional, akan diberikan penghargaan berupa insentif sebagai bentuk motivasi agar terus berkarya lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, melaporkan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk perayaan Hari Suci Nyepi di wilayah Kuta, berjalan tertib, aman, dan tanpa pelanggaran. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan Catur Brata Penyepian.
Ia juga menjelaskan Festival Seni Budaya XIV telah berlangsung sejak 7 Maret 2026 dengan beragam perlombaan dan kegiatan budaya. Puncaknya ditandai dengan penutupan Lomba Jegeg Bungan Desa yang mengangkat tema sarat makna.
“Samudramanthana ini terinspirasi dari konsep yang melambangkan proses perjuangan, kerjasama serta usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan kehidupan, samudra menjadi simbul-simbul kehidupan sekaligus menjadi inspirasi dalam berkarya, berproses dan berimplementasi,” ucapnya.
Festival ini kembali menegaskan peran Desa Adat Kuta sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas budaya Bali di tengah dinamika pariwisata global.(*)
