Friday, June 12, 2026
HomeBALIBadungWabup Badung Hadiri Nganyarin di Bongkasa, Dorong Inklusi Disabilitas dalam Kegiatan Adat

Wabup Badung Hadiri Nganyarin di Bongkasa, Dorong Inklusi Disabilitas dalam Kegiatan Adat

Badung, warnaberita.com – Suasana sakral dan penuh kebersamaan terasa kuat di Pura Dalem Pingit, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Rabu (10/6/2026). Di tengah prosesi Nganyarin yang menjadi bagian dari rangkaian karya besar, perhatian terhadap inklusivitas, termasuk bagi penyandang disabilitas, menjadi sorotan penting.

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, hadir langsung menyapa masyarakat yang memadati area pura. Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan adat, tetapi juga sebagai simbol komitmen agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas, dapat merasakan dan terlibat dalam kegiatan keagamaan tanpa hambatan.

Acara ini turut dihadiri perwakilan anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, perwakilan Camat Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa, tokoh masyarakat I Wayan Muntra, serta prajuru adat setempat.

Baca Juga  Badung Siapkan Rekayasa Arus di Pecatu, Akses Wisata Uluwatu Ditarget Lebih Lancar

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga tradisi. Ia juga mengingatkan agar kegiatan adat tetap terbuka dan ramah bagi semua kalangan.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah wujud komitmen untuk meringankan beban warga dalam melaksanakan upacara utama seperti ini. Kami berharap masyarakat Banjar Tanggayuda tetap bersatu dan terus menjaga semangat gotong-royong,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Badung juga menunjukkan dukungan nyata dengan menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp 500 juta secara simbolis. Bantuan ini diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran upacara, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aksesibilitas pura, sehingga penyandang disabilitas bisa lebih nyaman mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.

Baca Juga  DPC PDI Perjuangan Badung Apresiasi Final Soekarno Cup 2025

Sementara itu, Manggala Karya, I Wayan Sunarta, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan karya ini merupakan puncak dari proses panjang pemugaran pura.

“Upacara besar ini dapat kami laksanakan berkat selesainya pembangunan Pura Dalem Pingit, yang sebelumnya mendapat bantuan hibah dari Pemkab Badung pada tahun 2023 sebesar Rp6 miliar lebih. Landasan bantuan itulah yang kami gunakan untuk menggelar upacara utama ini,” jelas Sunarta.

Ia menambahkan, persiapan telah dimulai sejak 28 Januari 2026. Puncak karya berlangsung pada 3 Juni 2026, dilanjutkan dengan prosesi mepeed-peedan, dan akan ditutup dengan nyineb atau pengeluwuran pada Kamis (11/6).

Baca Juga  Pemkab Badung Validasi 2.749 Izin Usaha

Momentum ini menjadi refleksi penting bahwa pelestarian adat dan budaya Bali harus berjalan seiring dengan nilai inklusivitas. Dengan membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial yang adil dan setara.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru