Wednesday, September 23, 2026
HomeBALIUDG Jadi Ruang Regenerasi Budaya Bali, Gubernur Koster Tekankan Pentingnya Jaga Jati...

UDG Jadi Ruang Regenerasi Budaya Bali, Gubernur Koster Tekankan Pentingnya Jaga Jati Diri

Denpasar, warnaberita.com – Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (16/9).

Mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, ajang ini dinilai menjadi ruang yang sangat penting bagi keberlangsungan regenerasi seni, sastra, bahasa, dan budaya Bali di tengah gempuran modernisasi.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas antusiasme peserta dari berbagai kalangan, mulai dari dewasa, remaja, hingga anak-anak. Keterlibatan generasi muda secara aktif menjadi bukti nyata bahwa proses pelestarian dan regenerasi budaya Bali terus berjalan dengan baik.

Baca Juga  Gubernur Koster Beri Hadiah Rp50 Juta untuk Dua Sanggar Seni di Buleleng

“Anak-anak dan generasi muda yang mengikuti UDG sejatinya telah mulai menanamkan jati diri sebagai masyarakat Bali. Masa depan kebudayaan dan ajeg Bali ada di tangan kalian,” ujar Gubernur Koster seraya mengingatkan para peserta agar selalu menjaga etika, karakter, serta bekerja dengan tulus dan lurus.

Selain menyoroti antusiasme peserta, Gubernur Koster juga mengapresiasi kerapian busana para peserta yang mencerminkan ekspresi jiwa serta identitas krama Bali yang tertib. Ia turut memuji kemampuan bahasa generasi muda Bali yang tak hanya menguasai bahasa daerah, tetapi juga mahir berbahasa Indonesia dan Inggris tanpa kehilangan jati diri.

Baca Juga  Menteri LH dan Gubernur Koster Serukan Wajib Pilah Sampah dari Sumber

Gubernur Koster optimistis bahwa pesatnya perkembangan teknologi modern tidak akan mengikis kebudayaan lokal selama fondasi budaya krama Bali tetap kuat, sebagaimana tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyentil fenomena demografi Bali terkait penurunan jumlah generasi dengan nama urutan kelahiran seperti Nyoman dan Ketut, yang dinilai vital bagi keberlanjutan tradisi dan ritual keagamaan di Bali.

Sebagai bentuk evaluasi dan dukungan, Pemprov Bali berencana meningkatkan kualitas penyelenggaraan UDG di tahun mendatang. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain menaikkan nilai hadiah bagi para pemenang serta memperbarui desain piala agar lebih praktis, elegan, berkualitas, dan memanfaatkan produk lokal Bali.

Baca Juga  TP. PKK Sosialisasikan Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi

Penutupan UDG ke-33 ini ditandai dengan penyerahan apresiasi kepada Kabupaten Badung yang sukses memboyong predikat Juara Umum dengan sabetan 21 Juara I, 11 Juara II, dan 3 Juara III. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular