Thursday, May 28, 2026
HomeBALIJembranaBupati Kembang Apresiasi Toleransi Warga Jembrana

Saat Nyepi dan Idul Fitri 2026

Bupati Kembang Apresiasi Toleransi Warga Jembrana

Jembrana, warnaberita.com – Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung berdekatan pada tahun 2026 di Kabupaten Jembrana menuai apresiasi tinggi dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Minggu (22/3/26). Ia menilai suasana khidmat dan kondusif yang tercipta menjadi bukti nyata kematangan sosial serta tingginya nilai toleransi masyarakat.

Bupati Kembang Hartawan mengaku bangga melihat dua hari besar keagamaan tersebut berjalan aman dan damai. Tidak hanya itu, momentum ini juga diwarnai aksi saling mendukung antarumat beragama yang dinilainya sangat menyentuh.

Menurutnya, kelancaran pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri tidak terjadi begitu saja. Berbagai persiapan matang telah dilakukan jauh hari sebelumnya melalui rapat koordinasi dan sosialisasi lintas umat beragama yang melibatkan tokoh masyarakat serta aparat terkait.

Baca Juga  DPRD Badung Masukkan Kearifan Lokal Bali dalam Ranperda Ormas

“Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda Jembrana , unsur pengamanan adat seperti Pecalang, serta para pemuda yang tergabung dalam sekaa truna maupun kelompok remaja masjid. Sinergi ini adalah kunci mengapa Jembrana tetap tenang dan nyaman bagi semua orang untuk beribadah,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti fenomena unik yang terjadi di Desa Air Kuning. Di wilayah tersebut, seni Rebana turut mengiringi ogoh-ogoh, sementara gamelan Baleganjur ikut menyemarakkan malam takbiran. Ia menilai kolaborasi ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol kuat persaudaraan lintas keyakinan.

Baca Juga  Bandara Ngurah Rai Hadirkan Layanan Harmoni Ramadan dan Nyepi bagi Penumpang

“Apa yang kita lihat di Air Kuning adalah potret asli Jembrana. Perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan kekayaan yang saling melengkapi. Ketika dentuman Baleganjur bersambut dengan tabuhan Rebana, di sanalah letak kekuatan sosial kita,” tambahnya.

Bupati berharap semangat kebersamaan tersebut tidak hanya hadir saat perayaan hari besar keagamaan, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menegaskan bahwa keharmonisan yang tercipta saat ini merupakan warisan penting bagi generasi mendatang.

“Kekhidmatan yang kita rasakan tahun ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang. Mari kita jaga terus fondasi toleransi ini agar Jembrana selalu menjadi rumah yang damai bagi siapa saja, apapun latar belakangnya,” pungkasnya.(*)

Baca Juga  Pendapatan PT Jasamarga Bali Tol Tumbuh 10,53 Persen

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru