Wednesday, July 22, 2026
HomeBALIBadungBadung Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI di Hari Lingkungan Hidup 2026

Aksi Kurve Serentak di Benoa

Badung Gaungkan Gerakan Indonesia ASRI di Hari Lingkungan Hidup 2026

Badung, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Aksi Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Kurve) Serentak di kawasan Pantai Samuh, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (6/6/26). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Aksi kurve ini mengacu pada Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026 dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, Forkopimda, tokoh masyarakat, pelaku usaha hingga komunitas lingkungan. Tahun ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup mengusung tema global “Act Now for Climate: Saatnya Bekerja Untuk Iklim”.

Baca Juga  Menko Pangan Dukung Pengelolaan Sampah Modern di TPST Mengwitani

Dalam apel yang digelar sebelum aksi bersih-bersih, Bupati Adi Arnawa mendampingi Gubernur Wayan Koster membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Muhammad Jumhur Hidayat. Menteri menegaskan pentingnya komitmen Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi Nationally Determined Contribution (NDC) 2030, termasuk melalui penanganan sampah yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Usai kegiatan kurve, para kepala daerah mengikuti Peringatan Nasional Hari Lingkungan Hidup secara daring yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Baca Juga  Progres Pembangunan Badung TA 2025 Mayoritas Sesuai Target

Bupati Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. “Tema Act Now for Climate mengingatkan kita bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa ditunda lagi. Perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dampaknya dirasakan hingga ke tingkat daerah. Karena itu, diperlukan aksi bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil, mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga komunitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah strategis dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus menciptakan perubahan perilaku masyarakat yang berkelanjutan.

“Melalui Gerakan Indonesia ASRI, kami mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Mulailah dari hal sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” kata Adi Arnawa.

Baca Juga  Bupati Badung Buka Dialog dengan Warga Kerobokan Kelod

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan sinergi lintas sektor. “Keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Melalui semangat Act Now for Climate, kami mengajak semua pihak untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” tegasnya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru