Tingkatkan Kawasan Ekonomi Desa, Pemkab Jembrana Rintis Catusari Agrowisata

Oleh Sedana PutraTuesday, 1st April 2025 | 19:47 WIB
Tingkatkan Kawasan Ekonomi Desa, Pemkab Jembrana Rintis Catusari Agrowisata
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), mengatakan bahwa Kawasan Perdesaan dan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan Catusari Agrowisata telah ditetapkan.(Humas Jembrana)

Jembrana, warnaberita.com - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, mulai merintis Kawasan Perdesaan Catusari Agrowisata yang mencakup lima desa di Kecamatan Melaya.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa melalui pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki oleh setiap desa.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), mengatakan bahwa kawasan perdesaan di Kabupaten Jembrana telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Jembrana Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penetapan Kawasan Perdesaan dan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan Catusari Agrowisata.

Baca Juga: Ratusan Desa di Tabanan Siapkan Fasilitas Bale Sabha Adhyaksa

"Tujuan utama dari program ini adalah pembentukan dan peningkatan kawasan ekonomi desa. Dengan adanya Catusari Agrowisata, kami berharap potensi ekonomi desa dapat dikembangkan secara lebih terstruktur dan terarah," kata Wabup Ipat saat membuka sosialisasi percepatan pembangunan kawasan perdesaan Catusari Agrowisata di Ruang Rapat Bappeda Jembrana, Kamis (27/3).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun tidak ada program khusus terkait pembentukan kawasan ekonomi desa, Pemkab Jembrana berupaya meningkatkan perekonomian desa melalui pembangunan kawasan perdesaan yang berbasis potensi lokal.

Kawasan Perdesaan Catusari Agrowisata mencakup lima desa di Kecamatan Melaya, yaitu Desa Candikusuma, Tuwed, Nusasari, Belimbingsari, dan Ekasari. Program ini akan memberdayakan desa-desa tersebut agar memiliki identitas dan produk unggulan masing-masing.

Baca Juga: Buka Pawai Ogoh-Ogoh Desa Adat Kota Tabanan, Sanjaya : Inilah Api yang Tak Pernah Padam

"Kami ingin setiap desa di Jembrana memiliki brand tersendiri. Misalnya, ada Desa Kakao, Desa Pisang, atau Desa Beras. Dengan begitu, konsep One Village One Product (OVOP) bisa terwujud dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Jembrana, I Made Yasa, menegaskan bahwa pihaknya mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan potensi lokal sebagai dasar pengembangan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"BUMDes yang awalnya hanya bergerak di bidang jasa keuangan mikro kini kami dorong untuk memperluas usahanya. Mereka harus mampu mengembangkan unit usaha baru yang berbasis potensi lokal, baik itu pertanian, perkebunan, maupun sektor wisata," ujar Made Yasa.

Baca Juga: Gunakan Boeing Dreamliner, Saudia Airlines Buka Rute Jeddah-Denpasar dari Bandara Ngurah Rai

Menurutnya, desa-desa yang memiliki potensi wisata juga perlu mengembangkan unit usaha BUMDes di bidang wisata untuk menarik lebih banyak kunjungan dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

"Kami ingin desa-desa di Jembrana tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi daerahnya sendiri," jelasnya.

Sosialisasi percepatan pembangunan kawasan perdesaan Catusari Agrowisata ini dihadiri oleh Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT Suherman, Sekda Jembrana Made Budiasa, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jembrana, Camat Melaya, serta para prebekel dari lima desa yang tergabung dalam kawasan perdesaan tersebut.

Baca Juga: Skechers Rayakan Ramadan Bersama Joe Taslim dan Enzy Storia Melalui Kampanye #YangNyamanYangMenang

Program ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, Kawasan Perdesaan Catusari Agrowisata diharapkan dapat menjadi model keberhasilan bagi daerah lain dalam membangun ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.(*)

Terkini

Jaga Kualitas ASI, Ini yang Wajib Diketahui Ibu Menyusui
Jaga Kualitas ASI, Ini yang Wajib Diketahui Ibu Menyusui
KESEHATAN | in 6 hours
TelkomGroup Implementasikan LlaMa ke Chatbot Pelanggan
TelkomGroup Implementasikan LlaMa ke Chatbot Pelanggan
TELCO | in 5 hours
Courtyard by Marriott Ekspansi ke Jharkhand India
Courtyard by Marriott Ekspansi ke Jharkhand India
AKOMODASI | in 4 hours
Indonesia Kirim Bantuan Senilai 1,2 Juta Dolar ke Myanmar
Indonesia Kirim Bantuan Senilai 1,2 Juta Dolar ke Myanmar
NASIONAL | in 3 hours
Arya Gangga Jadi Ketum Yowana Tegeh Kori
Arya Gangga Jadi Ketum Yowana Tegeh Kori
BALI | in 2 hours
5 Ruas Tol di Sumatera Digratiskan saat Periode Arus Mudik
5 Ruas Tol di Sumatera Digratiskan saat Periode Arus Mudik
NASIONAL | in 2 hours
Itel Vista Tab 30 Pro, Performa Mantap, Harga Terjangkau di Bawah Rp 3 Juta
Itel Vista Tab 30 Pro, Performa Mantap, Harga Terjangkau di Bawah Rp 3 Juta
GAWAI | 11 minutes ago
Lenovo Yoga Slim 9i 2025, Laptop Ultra Premium dengan Kamera Under Display Pertama di Dunia
Lenovo Yoga Slim 9i 2025, Laptop Ultra Premium dengan Kamera Under Display Pertama di Dunia
TELCO | an hour ago
Sate Plecing Arjuna dengan Cita Rasa Pedas yang Menggugah Selera
Sate Plecing Arjuna dengan Cita Rasa Pedas yang Menggugah Selera
KULINER | 2 hours ago
Kelurahan Loloan Timur Sepakat Perkuat Toleransi untuk Pelaksanaan Nyepi yang Lebih Baik
Kelurahan Loloan Timur Sepakat Perkuat Toleransi untuk Pelaksanaan Nyepi yang Lebih Baik
JEMBRANA | 3 hours ago
© 2025 Warnaberita.com - All Rights Reserved
Warnai Hidup dengan Ragam Berita