Mangupura, warnaberita.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung, merancang pengadaan dan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV).
Teknologi ini berbasis analitik yang akan terintegrasi langsung dengan instansi keamanan.
Pengembangan sistem CCTV merupakan bagian dari rencana besar pembangunan infrastruktur keamanan yang tersebar dari wilayah Badung Selatan hingga Badung Utara. Total anggaran yang diusulkan mencapai Rp34 miliar mengingat CCTV yang ada saat ini merupakan pengadaan tahun 2016 dan sebagian besar sudah off. Sebab, dari 163 yang ada di kawasan pariwisata, 101 diantaranya mengalami kerusakan.
Baca Juga: Bawaslu Badung Soroti Tren Pelanggaran Pemilu 2024
Kepala Diskominfo Badung, IGN Jaya Saputra mengatakan, inisiatif tersebut tidak hanya sebagai bentuk respons terhadap sejumlah kejadian di masa lalu, namun juga bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan publik yang lebih aman dan terpantau.
"Sesuai komitmen Bapak Bupati, kami telah memulai perencanaan teknis sejak tahun 2024. Tahun ini kami masuk tahapan pengadaan, termasuk untuk titik-titik khusus seperti Jembatan Tukad Bangkung, kawasan pariwisata, pelayanan publik, serta ruang publik lainnya sesuai dengan visi misi Bupati untuk mewujudkan pariwisata berkualitas," jelasnya.
Menurutnya, pihaknya akan menerapkan teknologi analitik terkini, yang mampu mendeteksi pergerakan mencurigakan dan langsung terhubung ke sistem pemantauan keamanan. Dimana akses CCTV ini akan berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan desa setempat.
Baca Juga: Pariwisata Badung Hadapi Empat Masalah Besar
"Ini bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga upaya preventif demi keselamatan masyarakat serta nantinya akan digunakan untuk mendeteksi kiriman sampah di pantai Kuta dan area aktivitas surfing wisatawan dan pos balawisata," katanya.
Dengan upaya tersebut, Pemkab Badung berharap kawasan strategis pariwisata di Kabupaten Badung termasuk kawasan di Jembatan Tukad Bangkung dapat menjadi kawasan yang aman, bersih, dan nyaman dikunjungi oleh wisatawan maupun masyarakat lokal.(*)