Jakarta, warnaberita.com - AI tidak akan menggantikan manusia, tapi manusia yang tidak mau menggunakan dan beradaptasi dengan AI maka akan dikalahkan oleh manusia yang memanfaatkan AI.
Hal ini diungkapkan pakar SEVIMA sekaligus Vice President Association for Information Systems Indonesia Chapter (AISINDO) Wahyudi Agustiono, M.Sc., Ph.D, dalam menjelaskan bagaimana AI bisa membantu manusia di segala lini, tak terkecuali di dunia pendidikan.
Menurut Wahyudi, AI bisa meringankan tugas dosen dalam mengajar. Begitu pula bagi mahasiswa ketika belajar.
Baca Juga: Lenovo Yoga Slim 9i 2025, Laptop Ultra Premium dengan Kamera Under Display Pertama di Dunia
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah mengeluarkan panduan penggunaan generative AI pada pembelajaran di perguruan tinggi.
"Apakah legal menggunakan AI dalam akademik? Kemdiktisaintek sudah memberi panduan menggunakan Generative AI, jadi penggunaan AI dalam akademik dibolehkan dan legal," kata Wahyudi yang juga dosen Universitas Trunojoyo Madura, saat Webinar Nasional SEVIMA: Best Practice Pembelajaran Online, Penyusunan Kurikulum, dan Bahan Ajar dengan Artificial Intelligence (Gen-AI), akhir Maret 2025, yang dihadiri ribuan peserta.
Pakar SEVIMA ini juga menjelaskan tidak semua pekerjaan dosen bisa dilakukan oleh AI, karena AI hanya kecerdasan secara kognitif.
Baca Juga: Itel Vista Tab 30 Pro, Performa Mantap, Harga Terjangkau di Bawah Rp 3 Juta
Ia menyebut yang tidak bisa digantikan oleh AI yakni kemampuan berempati, pemahaman konteks, dan pembentukan hubungan mendalam.
Untuk memfasilitasi AI bagi dunia pendidikan, Wahyudi bersama Dr. Alim Sumarno, M.Pd selaku Direktur Inovasi Pembelajaran Digital Universitas Negeri Surabaya yang juga pakar SEVIMA, berbagi tiga tips memanfaatkan AI di Webinar SEVIMA. Berikut tipsnya.
1. Susun RPS dan Bahan Ajar dengan Gen-AI
Baca Juga: 5 Ruas Tol di Sumatera Digratiskan saat Periode Arus Mudik
Dosen bisa memanfaatkan Gen-AI untuk menyusun kurikulum dan bahan ajar, sehingga bisa menghemat tenaga dan waktu. Namun, bukan berarti dosen hanya menyerahkan AI begitu saja tanpa panduan yang tepat. Dalam menyusun dokumen perencanaan perkuliahan, atau biasa disebut Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dosen harus bisa memandu AI dengan menginput kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, serta taksonomi bloom (kemampuan intelektual yang diingankan dosen untuk dikuasai mahasiswa).
2. Buat Perintah yang Jelas dan Edit Setiap Hasil
Alim Sumarno menjelaskan dalam memanfaatkan Gen-AI, perintah yang disampaikan harus jelas agar lebih terarah dan fokus. Masukan jenjang pendidikan saat membuat perintah membuat RPS, apakah S1, S2, atau S3. Karena akan berpengaruh pada keterampilan atau kemampuan kognitif yang akan dicapai oleh mata kuliah yang dituju. Dosen harus memastikan akurasi fakta. Sumber data harus valid, dosen tidak boleh percaya begitu saja apa yang dibuat oleh AI, sebagai penulis buku harus kritis setiap apa yang ditulis AI.
Baca Juga: Arya Gangga Jadi Ketum Yowana Tegeh Kori
3. Manfaatkan SEVIMA AI
Sebagai Education Technology, Wahyudi juga menjelaskan SEVIMA baru saja meluncurkan SEVIMA AI. AI ini dibuatkan khusus dengan kustomisasi spesifik untuk Perguruan Tinggi di Indonesia, terintegrasi dengan berbagai data akademik yang telah ada di Sevima Platform, dan memiliki pengurangan bias (Bias Reduction) karena didukung custom training seperti data tambahan sistem informasi akademik.
Baca Juga: Indonesia Kirim Bantuan Senilai 1,2 Juta Dolar ke Myanmar
Pengguna SEVIMA AI juga mendapatkan jawaban secara langsung dan instan atas berbagai kebutuhan dalam aplikasi maupun regulasi pendidikan tinggi, karena data-data seperti Kurikulum dan Capaian Pembelajaran bisa dihubungkan secara otomatis dari data yang ada di sistem akademik. (*)