Denpasar, warnaberita.com – Chelsea FC menghancurkan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) di final Piala Dunia Klub FIFA. Penampilan Cole Palmer membuatnya mendapat banyak pujian.
Pemain berusia 23 tahun itu membuka keunggulan dengan penyelesaian akhir yang tenang. Tak lama berselang, ia menyambut umpan lambung indah dari Levi Colwill, melakukan gerakan tipuan memukau, mengecoh Vitinha, dan kembali menyarangkan bola ke sudut bawah gawang PSG.
Peran Palmer dalam menghancurkan lini pertahanan lawan di babak pertama belum usai. Tepat sebelum jeda, ia merangsek ke lini tengah dan memberikan umpan terukur yang sempurna ke jalur lari Joao Pedro. Dengan cerdik, Pedro melambungkan bola melewati Gianluigi Donnarumma untuk mengubah skor menjadi 3-0, yang bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Penampilan luar biasa Palmer memicu pujian dari rekan-rekan setimnya. “Penampilannya luar biasa. Dia pemain kelas dunia dan hari ini dia menunjukkannya,” ungkap Liam Delap dikutip dari FIFA.com.
Kiper Chelsea, Robert Sanchez, bahkan melontarkan pernyataan yang lebih berani. “Cole Palmer adalah yang terbaik di dunia. Jika dia bukan yang terbaik saat ini, dia akan menjadi yang terbaik dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dia pemain top. Dia menunjukkannya di setiap pertandingan. Apa yang dia lakukan itu ajaib. Ketika dia mendapat peluang, dia memanfaatkannya. Dia mencetak dua gol, hampir hattrick. Mengesankan,” ujar Sanchez.
Bek kanan asal Prancis, Malo Gusto, menambahkan bahwa Palmer lebih suka berbicara melalui aksinya di lapangan. “Dia memang sering sedikit menyendiri, agak pendiam. Tapi dia orang yang sangat baik. Dia tahu kapan harus angkat bicara. Dia juga tahu cara melucu untuk membantu tim sedikit lebih santai. Kami semua memiliki hubungan yang sangat baik. Kami sangat senang memiliki pemain seperti ini. Semua orang tahu Cole sekarang. Bahkan semua orang sudah mengenalnya sebelumnya. Dia pemain top, seperti banyak pemain lain di tim ini. Dia melakukan banyak hal untuk kami malam ini,” ujar Gusto.
Penampilan luar biasa Palmer selama turnamen membuatnya diganjar penghargaan Pemain Terbaik pertandingan final dan Pemain Terbaik Turnamen. Namun, ia memilih untuk memberikan pujian kepada manajernya, Enzo Maresca. “Jelas semua orang meragukan kami. Kami tidak peduli, kami hanya menggunakannya sebagai motivasi tambahan dan kami berhasil mengatasi kesulitan di lapangan. Menurut saya, kami tampil sempurna hari ini, terutama berkat sang pelatih. Kami punya rencana permainan yang bagus dan kami menjalankannya dengan baik,” ujar Palmer.
Sanchez pun percaya bahwa PSG telah meremehkan Chelsea sebelum pertandingan. “Kelihatannya begitu, kan?” kata pemain internasional Spanyol itu. “Dari semua yang kami baca dan lihat di wawancara, kenyataannya memang begitu. Mereka menjalani musim yang sangat bagus, tetapi mereka belum pernah menghadapi kami. PSG punya banyak kualitas, mereka bermain dengan intensitas dan energi tinggi, tetapi bagi saya, kami punya kualitas yang jauh lebih baik. Saya bilang kepada rekan-rekan setim bahwa kami punya energi lebih dari mereka, intensitas lebih dari mereka, dan kami akan memenangkan pertandingan. Dan itulah yang mereka lakukan. Kami menekan mereka sejak menit pertama dan ketika kami mendapat peluang, gol pun tercipta. Final yang luar biasa. Kami berusaha keras di turnamen ini, jadi kami pantas mendapatkannya. Saya sangat senang, gembira karena kami memainkan pertandingan yang hebat dan mampu mencetak gol. Kami bahkan bisa saja mencetak lebih banyak gol,” tandasnya. (*)
