Badung, warnaberita.com – Langkah konkret kembali diambil Pemerintah Kabupaten Badung dalam menekan ancaman sampah residu. Kali ini, keluarga dijadikan titik awal perubahan melalui peran aktif Tim Penggerak PKK.
Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mengurangi residu sampah melalui pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK sebagai motor penggerak di tingkat keluarga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis 600 paket popok kain dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan kepada TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung serta enam perwakilan sekolah. Penyerahan ini menjadi bentuk edukasi nyata dalam mengkampanyekan pengurangan sampah residu rumah tangga.
Seusai acara, Ketua TP PKK Badung menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah residu yang sulit terurai. Ia mendorong masyarakat mulai beralih dari produk sekali pakai ke produk ramah lingkungan.
“Ini bukan semata-mata untuk masalah kebersihan saja, tetapi kita menjaga bagaimana alam dan bumi yang kita cinta ini bersih dari sampah. Kalau kita pikirkan mungkin itu akan kelihatan suli, karena harus mencuci popok dan pembalut yang ramah lingkungan ini, kenapa juga itu mencuci jadikan pekerjaan yang sulit sedangkan selama ini pakaian dalam kita, kita cuci sendiri. Nah apa bedanya dengan pembalut atau popok ini, saya kira kalau ini sudah kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan bumi kita, ini tidak akan sulit,” ujarnya
Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan gerakan Badung Peduli Residu hingga ke tingkat bawah.
“Kita sering turun ke masyarakat untuk mensosialisasifikasi gerakan ini dan saya pun akan sering-sering turun ke masyarakat mungkin melalui Banjar, Desa, Kelurahan, Kecamatan juga dan saya berharap juga jajaran PKK, Posyandu dan semua organisasi yang saya koordinir, mulai dari anggotanya, pengurusnya dan semua juga lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan,” ucapnya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung melalui Made Rai Warastuthi melaporkan capaian positif dalam pengelolaan sampah. Tingkat pemilahan sampah saat ini telah mencapai 72 persen, sementara pengurangan sampah ke TPA mencapai sekitar 33 persen.
Namun demikian, tantangan sampah residu yang belum termanfaatkan secara optimal masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Untuk itu, melalui Program Badung Peduli Residu, kita terus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengelola produk sehari-hari sehingga residu yang dihasilkan dapat ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk Mengoptimalkan peran Bank Sampah Mangu Srikandi sebagai sarana edukasi dan penguatan ekonomi sirkular masyarakat dan Memperkuat peran Tim Penggerak PKK sebagai agen perubahan dalam membangun budaya pengurangan sampah dan residu sejak dari rumah tangga,” jelasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah pusat dan provinsi, OPD di lingkungan Pemkab Badung, para camat, organisasi kewanitaan, TP PKK hingga pelajar dan pelaku usaha di Kabupaten Badung.(*)
