Friday, April 17, 2026
HomeBALITabananBupati Sanjaya Buka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas Tabanan

Bupati Sanjaya Buka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas Tabanan

Tabanan, warnaberita.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., secara resmi membuka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Tabanan yang digelar di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Tabanan, Jumat (16/1/26). Kegiatan ini dihadiri para Sulinggih, anggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah beserta jajaran kepala perangkat daerah, Ketua Pusat dan Penglingsir PBMM, pengurus, anggota PBMM, serta tokoh masyarakat.

Lokasabha VI PBMM Kabupaten Tabanan diikuti sekitar 1.500 peserta yang merupakan krama Pratisentana Bendesa Manik Mas dari berbagai wilayah di Tabanan. Forum musyawarah ini menjadi wadah penting untuk menyusun program kerja organisasi lima tahun ke depan sekaligus melaksanakan regenerasi kepengurusan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Lokasabha sebagai momentum strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali. Ia menegaskan peran pesemetonan sangat penting dalam melestarikan adat, budaya, dan keharmonisan kehidupan masyarakat Bali di tengah derasnya arus globalisasi.

Baca Juga  Pendaki Digigit Anjing Liar di Gunung Batukaru

“Lokasabha ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya dan sejarah yang diwariskan oleh para leluhur kita. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesemetonan harus tetap menjadi benteng kekuatan adat dan budaya Bali,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya implementasi konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai arah pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan. Menurutnya, konsep tersebut mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan kehidupan secara sekala dan niskala.

“Di dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ada enam kerthi yang wajib kita jaga bersama, yaitu Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, Atma Kerthi, dan Buana Kerthi. Semua ini harus kita rawat agar Bali tetap lestari hingga generasi mendatang,” pintanya.

Baca Juga  Penyosohan Beras Terbesar di Bali Siap Dibangun di Tabanan

Terkait tantangan demografi Bali, Sanjaya mengingatkan pentingnya peran keluarga dan pesemetonan dalam menjaga keberlanjutan generasi krama Bali agar adat dan budaya tidak kehilangan penerus.

“Bali ini kecil, jumlah umat Hindu juga terbatas. Kalau bukan kita yang menjaga keberlanjutan generasi, adat, dan budaya kita, siapa lagi?. Pesemetonan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan dan kesinambungan krama Bali,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas kekompakan Pratisentana Bendesa Manik Mas yang dinilai mampu menjadi contoh organisasi pesemetonan yang solid dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Pesemetonan Bendesa Manik Mas ini luar biasa guyub dan solid. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan selalu hadir dan mendukung kegiatan adat, keagamaan, dan budaya, karena hal ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” imbuh Sanjaya.

Baca Juga  Tegaskan Komitmen Penataan ASN, Bupati Tabanan Resmi Lantik 2.923 PPPK Paruh Waktu

Sementara itu, Ketua PBMM Pusat, I Wayan Sunarya, menyampaikan bahwa Lokasabha VI PBMM merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Maha Sabha VI PBMM tingkat pusat. Ia menegaskan Lokasabha menjadi sarana konsolidasi organisasi untuk menjaga eksistensi PBMM sebagai organisasi sosial, budaya, dan religius berlandaskan dresta Bali.

“Lokasabha ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menyusun arah program kerja organisasi lima tahun ke depan, serta melaksanakan regenerasi kepengurusan sesuai AD/ART Pratisentana Bendesa Manik Mas,” tuturnya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru